Langkah Instalasi Debian 7 Wheezy
1.Siapkan PC/Server untuk debian, DVD/CD bisa juga flasdisk.
2.Setting Bios terlebih dahulu.
3.Pilih "Install" untuk memulai mengistal Debian 7 (wheezy).
4.Pilih bahasa English language sesuai default bahasa yg digunakan untuk Debian 7 (wheezy).
5.Pilih "other" kemudian pilih "Asia", dan pilih indonesia.
6.Pilih "United States".
7.Pilih "American Englis".
Pilih “Configure network manually” untuk memulai setting networking di mesin Debian 7(wheezy).
13.Isi hostname sesuai keinginan.
14.Jika mesin Debian 7 anda gunakan untuk server online, anda bisa memasukkan nama domain agar bisa diakses. Tetapi jika server berada di intranet (jaringan lokal), anda bisa memasukkan nama terserah.
15.Selanjutnya silahkan masukkan password untuk root (administrator). Gunakan password yang kuat & tidak mudah ditebak. Anda bisa menggunakan kombinasi huruf, angka, huruf besar atau kecil, dan karakter khusus.
16.Masukan ulang password untuk root.
17.Selanjutnya adalah membuat user biasa, agar pada saat bekerja di mesin ini, tidak selalu login sebagai root (administrator). Masukkan nama lengkap user yang akan memakai mesin Debian 7 (wheezy).
18.Kemudian masukkan username yang diinginkan untuk user baru.
19.Dan masukkan password untuk user baru.
20.Selanjutnya pilih zona waktu sesuai wilayah anda.
21.Langkah selanjutnya adalah membuat partisi pada hardisk. Pada pilihan “Partitioning method”, pilih “Guided – Use entire disk”. Pada pilihan ini disk akan diformat, seluruh isi disk akan dihapus, dan secara otomatis akan dibuatkan partisi.
Anda bisa memilih “Guided – Use entire disk and set up LVM” jika ingin menggunakan Logical Volume Manager (LVM) agar nantinya bisa di resize partisinya. Atau “Guided – Use entire disk and set up encrypted LVM” jika ingin menggunakan partisi LVM yang di enkripsi untuk menambah keamanan data. Atau jika anda pengguna tingkat lanjut, bisa memilih “Manual” agar bisa mengatur partisi sesuai keinginan.
22.Pilih disk yang ingin digunakan untuk sistem Debian 7.
23.Pada pilihan skema partisi, silahkan pilih “All files in one partition”. Jika ingin memisahkan folder /home pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home partition”. Atau jika anda ingin menambah keamanan sistem, bisa memisahkan folder /home, /usr, /var dan /tmp pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home, /usr, /var and /tmp partitions”.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.
24.Review skema partisi yang anda pilih sebelumnya. Jika sudah ok, pilih “Finish partitioning and write changes to disk”. Jika perlu merubah, pilih “Undo changes to partitions” dan pilih kembali skema partisi yang diinginkan.
25.Konfirmasi skema partisi dengan pilih Yes dan enter. Ingat, pada langkah ini tidak bisa dibatalkan.
26.Selanjutnya melakukan konfigurasi package manager agar menggunakan repository server terdekat dengan mesin Debian 7. Semakin dekat, maka semakin cepat proses update, upgrade atau install software. Pilih “Yes” untuk memulai.
27.Pilih lokasi miror "Indonesia".
28.Pilih salah satu mirror server yang ingin digunakan.
29.Jika mesin Debian 7 mengharuskan menggunakan proxy server untuk terkoneksi ke Internet, silahkan masukkan alamat IP proxy server tersebut, port, username & passwordnya. Jika tidak menggunakan proxy server, kosongkan saja, dan pilih “Continue”.
30.Pilihan instalasi GRUB Loader, pilih “Yes”.
31.Proses instalasi Linux Debian 7 (Wheezy) selesai. Pilih “Continue” untuk merestart mesin Debian 7 ini. Jangan lupa untuk mengeluarkan CD/mencabut USB installer, agar bisa booting via hardisk.
32.
Langkah terakhir adalah login ke mesin Debian 7 yang baru anda instal, dan masukan perintah:
apt-get update && apt-get upgrade
Perintah ini untuk mendapatkan update terbaru, baik security maupun software.NOTE: Secara default, ssh server tidak terinstal. Agar bisa anda remote menggunakan SSH, silahkan instal dahulu ssh server dengan perintah:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar